Saturday, November 26, 2016

Struktur Teks Ulasan Film “Ayat-Ayat Cinta”




Struktur Teks
Paragraf
Orientasi 1
Ayat-Ayat Cinta adalah sebuah film Indonesia karya Hanung Bramantyo. Film ini merupakan film religi hasil adaptasi dari sebuah novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy berjudul “Ayat-Ayat Cinta”, dan melakukan penayangan perdana pada pertama tahun 2008. Kisah  dalam film dan novel “Ayat-Ayat Cinta” berlatarkan kehidupan di Kairo.
Orientasi 2
Film “Ayat-Ayat Cinta” mengisahkan tentang perjalanan seorang mahasiswa Indonesia bernama Fahri yang tengah menempuh pendidikan di Al Azhar Mesir. Seperti yang dikisahkan dalam novel, Fahri adalah seorang pemuda yang berasal dari Jawa, kemudian mendapat beasiswa dari Departemen Agama untuk melanjutkan sekolah di luar negeri, tepatnya lagi di Universitas tertua di dunia yaitu Al Azhar Mesir. Dalam film tersebut dikisahkan perjuangan seorang mahasiswa Indonesia yang merantau ke negeri orang, hidup penuh keprihatinan, tinggal di flat murah dengan teman-temannya sesama mahasiswa Indonesia demi meraih impiannya. Yang menarik, kisah di film tersebut bukan menitikberatkan perjuangan mencapai gelar master di bangku kuliah, namun justru kisah percintaan Fahri sebagai tokoh utama yang lebih banyak diulas. Selain sosok Fahri, ada beberapa tokoh lain yang menonjol dalam film ini. Seperti sosok Maria, Aisyah, Nurul dan Noura.
Tafsiran Isi 1
Layaknya film “Ketika Cinta Bertasbih”, film ini berlatarkan di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Film dibuka dengan adegan seorang mahasiswa tingkat akhir dari Indonesia yang bernama Fahri yang kebingungan karena file di komputernya terkena virus. Akhirnya dia meminta bantuan teman kuliahnya yang tinggal satu lantai diatasnya. Teman kuliah Fahri adalah seorang wanita yang bernama Maria. Sosok Maria digambarkan sebagai seorang Kristen Koptik, dia adalah gadis yang selalu ceria, baik, serta setia kawan. Maria juga digambarkan sebagai seorang Nasrani yang memiliki pengetahuan yang lumayan tentang Islam, murah senyum, berani berbuat demi kepentingan orang lain, dan tidak memandang adanya perbedaan (keyakinan) dalam kehidupannya sebagai sebuah penghalang untuk saling berbuat baik kepada sesama manusia. Rupanya, diam-diam Maria mengagumi Fahri dan mulai mencintainya. Namun, kekaguman itu hanya diwujudkan dengan menulis pada diary dan selalu menyempatkan diri untuk memberikan jus mangga dan kue bolu kepada Fahri, utamanya kalau Fahri keasyikan belajar hingga lupa makan.
Tafsiran Isi 2
Dilain pihak, seorang rekan kuliah Fahri, yang merupakan anak seorang kyai terkenal, juga diam-diam menaruh hati kepadanya. Gadis ini bernama Nurul. Dia adalah teman Fahri sesama mahasiswa yang berasal dari Indonesia. Diceritakan sebagai seseorang yang dekat pula dengan Fahri karena berasal dari daerah yang sama yakni sama-sama berasal dari Jawa.
Tafsiran Isi 3
Islam mengajarkan kepada kita untuk berbuat baik kepada siapapun. Seperti didalam film ini, ketika Fahri sedang berada di dalam kereta api, ada seorang wanita amerika bersama ibunya yang kelelahan, disaat itu Aisha yang sedang duduk bangkit dan mempersilahkan duduk kepada ibu itu. Karena tidak terima, seorang lelaki Arab marah dan menghina dua wanita itu dengan ucapan kafir dan lain-lain. Kemudian Fahri datang dan berusaha membela Aisya, Ia menjabarkan ajaran Islam sebagai “Rahmatan lil Alamin.” Sayangnya, orang Arab tersebut tidak menerima dan memukul Fahri. Pertemuan berikutnya antara Fahri dengan Aisha adalah saat Aisha menemani orang Amerika itu yang ternyata adalah wartawan yang sedang meneliti tentang Islam, dimana Fahri menjelaskan beberapa pertanyaan yang diajukan. Termasuk di dalamnya pertanyaan mengenai peranan wanita dalam Islam. Dimana Islam dalam keseharian itu menjunjung tinggi wanita. Dari pertemuan inilah, Aisha semakin tertarik dengan Fahri.
Tafsiran Isi 4
Wanita keempat yang berkaitan dengan Fahri adalah Noura, yang merupakan tetangga Fahri namun mengalami nasib yang cukup menyedihkan. Dimana selalu memperoleh perlakukan buruk dari ayahnya. Pada satu ketika, Noura ini disiksa oleh ayahnya dan disuruh tidur di luar. Karena tidak tahan, Fahri segera menelepon Maria dan meminta Maria menyelamatkan Noura dengan meminta Noura tidur di kamar Maria. Pada subuh hari, Fahri, Maria dan Noura ke rumah Nurul dan meminta agar Noura untuk sementara tinggal di rumah Nurul. Rupanya, Noura ini bukan anak kandung dari Bapaknya selama ini, dia adalah anak pungut. Dengan bantuan teman Fahri, Noura dapat dipertemukan dengan orang tua kandungnya.
Tafsiran Isi 5
Di lain pihak, guru Fahri selalu mendesak Fahri untuk segera menikah dan pada akhirnya menyarankan “Ta’aruf” dengan seorang gadis yang ia pilihkan untuk Fahri. Dengan hati berdebar, akhirnya Fahri setuju dengan permintaan gurunya dan akhirnya dipertemukan dengan wanita yang dicalonkan untuknya. Rupanya wanita tersebut adalah Aisha. Pernihakan segera dilaksanakan, dan hiduplah mereka dengan bahagia.
Tafsiran Isi 6
Dengan pernikahan Fahri dengan Aisha, maka hancurlah hati 3 wanita lainnya. Nurul patah hati dengan menangis sejadi-jadinya. Maria yang sewaktu Fahri menikah sedang ke luar kota, setelah kembali dan mengetahui Fahri telah menikah Ia sedih dan mengalami depresi berat, sehingga jantungnya terganggu dan darah mengalir dari hidungnya. Noura yang mengetahui berita tersebut menjadi amat sakit hati dan merencanakan hal yang buruk terhadap Fahri.
Tafsiran Isi 7
Setelah beberapa lama menikah, masalah mulai bermunculan. Maria menjadi korban tabrak lari dan harus dirawat di rumah sakit, orang tua Nurul datang dan meminta Fahri untuk menikahi anaknya, namun Fahri menolak. Tidak lama, polisi datang dan membawa Fahri, Ia dituduh telah memperkosa Noura Sehingga Ia ditahan. Setelah melewati sidang yang panjang, Fahri tidak tidak puya bukti bahwa Ia tidak bersalah. Jalan terakhir yaitu Maria karena merupakan saksi kuncinya.
Tafsiran Isi 8
Dalam film “Ayat-Ayat Cinta” sikap moal yang ditunjukan kepada penonton adalah sabar dan ikhlas. Pada saat kembali ke penjara, Fahri menerima surat bahwa Ia dikeluarkan dari Al-Azhar. Ia semakin sedih dan frustasi, kemudian seseorang yang berada di dalam sel bersamanya memberikan nasehat bahwa seorang muslim harus sabar dan khlas, orang itu menceritakan kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha. Zulaikha menuduh Nabi Yusuf telah memperkosanya, padahal Ia sendiri yang tidak tahan dengan ketampanan Nabi Yusuf, Nabi Yusuf dipenjara tetapi Ia tetap sabar.
Tafsiran Isi 9
Dilain pihak, perjuangan Aisha untuk membebaskan suaminya juga menggetarkan hati. Termasuk ketika hendak menemuni Maria yamg merupakan saksi kunci kejadian tersebut. Namun, Maria mengalami koma yang diakibatkan Depresi berat karena ditinggal Fahri. Salah satu pengorbanan yang “luar biasa” adalah sewaktu Aisha memaksa Fahri menikahi Maria, karena Maria baru bisa sembuh apabila bertemu dengan Fahri. Kisah-kisah Aisha ini juga cukup memancing kesedihan, diperkuat dengan alasan-alasan yang amat rasional dan menggugah hati. Alangkah sedihnya seorang istri saat suaminya akad nikah dengan wanita lain di depannya. Setelah Maria bangun, kemudian Ia mengucapkan syahadat. Persidangan kembali dimulai dan pengacara Aisha menghadirkan saksi kunci yaitu Maria. Walaupun di atas kursi roda, mematahkan tuduhan Noura, dan malah membuka informasi lainnya, bahwa ada orang lain yang memperkosa dia, bukannya Fahri, seperti yang dituduhkan. Kemudian Noura mengaku dan menceritakan kisah yang sebenarnya. Akhirnya Fahri bebas dari segala tuduhan dan dapat menghirup kebebasan lagi.
Tafsiran Isi 10
Cerita beralih saat Fahri mulai merajut kehidupan bersama kedua istrinya. Diperlihatkan bahwa memiliki 2 orang istri tidak seindah yang dibayangkan. Yang tersulit adalah bersifat “adil”. Saat-saat tertentu, terajut kecemburuan diantara istri-istri Fahri yang semakin lama semakin menggumpal, dimana memuncak dengan kepergian Aisha dari rumah. Dalam salah satu perenungannya, akhirnya Fahri memperoleh pencerahan, bahwa yang hilang dari dirinya adalah rasa “ikhlas.” Hilangnya rasa itulah yang menyebabkan dia sulit untuk memberi rasa “adil” kepada kedua istrinya. Dengan rasa itulah akhirnya mereka berkumpul kembali. Cerita kemudian berputar saat Fahri dan istrinya bersantai. Dimana Aisha mengalami kejang perut dan Maria mengalami pendarahan pada hidungnya yang diakibatkan penyakit Jantung yang dia derita. Di akhir hidupnya, Maria menginginkan supaya diajarkan sholat, Ia meminta sholat bersama. Dan pada akhirnya Maria meninggal dunia.
Evaluasi 1
Penggambaran sosok Fahri dalam film ini terlalu sempurna. Bagaimana mungkin sosok seorang Fahri digambarkan sebagai sosok yang sempurna bahkan sangat sempurna. Seorang mahasiswa pintar yang digandrungi oleh banyak wanita, sekaligus sosok yang beriman. Fahri digambarkan sebagai seorang yang tanpa cela atau kurang suatu apapun sehingga menimbulkan kesan yang utopis pada tokoh utama.
Evaluasi 2
Film “Ayat-Ayat Cinta” mampu mengangkat sebuah tema yang sebelumnya banyak menimbulkan sentimen  dalam masyarakat, yakni mengangkat konflik antar-keyakinan dan antar-budaya. Konflik antar-keyakinan terdapat pada adegan ketika Maria mengalami pergolakan pada dirinya mengenai keyakinan yang dianut kemudian memutuskan untuk memeluk Islam. Film ini berhasil mengangkat konflik antar-keyakinan yang dialami Maria ke dalam adegan film dengan sangat moderat, tanpa menimbulkan kesan pemaksaan agama kepada seseorang. Artinya agama dapat dimaknai sebagai panutan seseorang untuk memperoleh kebahagian hidup, bukan sesuatu yang dipaksakan untuk dianut oleh umat manusia. Selain konflik antar-keyakinan yang dikisahkan dengan sangat moderat, Film ini juga berhasil memvisualisasikan kerukunan antar-umat beragama. Dalam film tersebut digambarkan bagaimana antara Fahri dan Maria saling membantu urusannya masing-masing.
Rangkuman
Film ini menceritakan tentang mahasiswa Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar yang bernama Fahri. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu, yaitu menikah karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Ada empat orang yang jatuh cinta kepada Fahri. Yang pertama yaitu Maria. Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja. Lalu ada Nurul, anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak. Setelah itu ada Noura. Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya. Terakhir muncullah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.
Film ini disebut-sebut sebagai film yang mampu menghadirkan model romantisme yang didasarkan pada nilai-nilai religiusitas (Islam). Simak saja misalnya, adegan bagaimana Fahri tidak mau bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram-nya, atau kekonsistenan Aisha yang enggan membuka cadar penutup wajahnya kecuali untuk orang yang meng­-khitbah-nya dan tentu saja suaminya, serta masih banyak adegan lain yang dicitrakan sebagai perilaku yang pekat nuansa religiusitasnya, sehingga film ini layak untuk ditonton.


0 komentar:

Post a Comment