Tuesday, June 9, 2015

Klasifikasi Hewan (Vertebrata dan Invertebrata) dan Ciri-cirinya

Klasifikasi Hewan

Berdasarkan Klasifikasinya, Hewan atau binatang ini terbagi menjadi 2 kelompok besar, diantaranya adalah Vertebrata yaitu Hewan yang memiliki tulang belakang dan Invertebrata yang merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Pada dasarnya, klasifikasi hewan yang menjadi Vertebrata dan Invertebrata ini merupakan klasifikasi berdasarkan struktur tubuh hewan atau binatang.

A. Hewan Vertebrata

Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan-hewan yang tergolong dalam Vertebrata dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni :
  • Ikan (Pisces), yaitu Hewan yang hidup didalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip dan berkembang biak dengan cara bertelur.

  • Amfibi (Amphibia), yaitu Hewan yang dapat hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengatur suhu badan sendiri) dan bernafas dengan paru-paru. Contoh Hewan Amfibi seperti Katak, Salamander dan kadal air.

  • Reptil (Reptilia), adalah hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh Hewan Reptil adalah buaya, kadal dan ular.

  • Burung (Aves), yaitu Hewan yang bisa terbang, Hewan Aves atau Burung ini memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Meskipun Aves sering disebut sebagai hewan yang bisa terbang, ada beberapa jenis hewan yang tergolong dalam Aves tetapi tidak bisa terbang seperti Ayam, Bebek, Angsa dan Kalkun.

  • Hewan Menyusui (Mammalia), yaitu hewan yang memiliki kelenjar susu (betina) yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air. Contoh Hewan Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus, Lumba-lumba dan Duyung.
B. Hewan Invertebrata

Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Struktur morfologi, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan  darah  Hewan Invertebrata lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata.

Hewan yang termasuk dalam golongan Hewan Invertebrata antara lain :

1. Filum Protozoa


protoFilum Protozoa, yaitu hewan yang bersel satu yang hidup di dalam air. Bentuk tubuh Protozoa sangat kecil yaitu berkisar antara 10-50 μm tetapi ada juga yang memiliki bentuk tubuh hingga 1mm. Sumber makanan Protozoa adalah hewan dan tumbuhan. Berdasarkan alat geraknya, Protozoa terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Rhizopoda (berkaki semu), kelas Flagellata (berbulu cambuk), kelas Cilliata (berambut getar), dan kelas Sporozoa (berspora).

Ciri-ciri Protozoa :
  • Organisme uniseluler (bersel tunggal)

  • Eukariotik (memiliki membran nukleus)

  • Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)

  • Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)

  • Hidup bebas, saprofit atau parasite

  • Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup

  • Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagela
2. Filum Porifera

poriPorifera adalah hewan yang dikenal paling sederhana. Tidak seperti semua filum hewan lainnya, yang memiliki dua atau tiga lapis tubuh (diploblastik atau triploblastik), porifera hanya memiliki lapisan tubuh tunggal (monoblastik), dan tidak ada jaringan yang sejati. Mereka tidak memiliki pelengkap dan tidak memiliki kemampuan untuk membuat gerakan apapun, kekurangan jaringan otot. Porifera yang secara eksklusif adalah mahluk air.

Ciri-ciri Porifera :

  • Tidak ada simetri yang pasti.

  • tubuh multiseluler, beberapa jaringan, tidak ada organ.

  • Sel dan jaringan mengelilingi ruang diisi air tetapi tidak ada rongga tubuh sejati.

  • Semua sesil, (hidup melekat pada sesuatu).

  • Reproduksi seksual atau aseksual, reproduksi seksual dapat berupa gonokoristik atau hermafrodit.

  • Tidak memiliki sistem saraf.

  • Memiliki tahap larva yang berbeda dengan planktonik.

  • Tinggal di lingkungan perairan, terutama laut.

  • Semua adalah penyaring makanan.

  • Sering memiliki kerangka spikula.
3. Filum Cnidaria (Coelenterata)

dsCoelenterata atau cnidaria adalah satu filum hewan yang relatif sederhana (salah satu di antara 38) yang meliputi ubur-ubur, karang, bunga pansy laut, pena laut, ubur-ubur kotak, dan tawon laut. Filum ini mendapat nama Cnidaria, dari bahasa Yunani “Cnidos,” yang berarti “jarum menyengat.”

Tubuh cnidaria tersusun atas jaringan luar yang disebut epidermis, dan jaringan dalam yang disebut gastrodermis. Gerakan tubuh cnidaria diatur oleh sistem saraf jala yang tersebar di seluruh bagian tubuhnya.

Terdapat dua bentuk tubuh cnidaria, yaitu polip dan medusa. Polip merupakan bentuk cnidaria yang menempel (sessile) pada substrat tertentu dan tidak dapat bergerak bebas. Sedangkan medusa merupakan bentuk bebas dimana cnidaria dapat bergerak mencari makan di perairan.

Ciri-ciri Cnidaria :
  • Memiliki rongga tubuh (coelom) berupa rongga gastrovasculer yang berfungsi sebagai alat pencernakan dan sirkulasi makanan. Sistem pencernaan berlangsung secara ekstraseluler (dalam gastrovaskuler) dan intraseluler (dalam sel endoderm).

  • Diploplastik, dinding tubuh terdiri 2 lapisan, yaitu ektoderm ( lapisan luar ) dan endoderm (lapisan dalam). Antara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan mesoglea (tengah).

  • Memiliki 2 bentuk kehidupan, yaitu bentuk polip dan medusa. Bentuk polip dengan ciri hidup soliter / berkoloni, menempel / menetap pada subtrat dasar, dan berkembang biak dengan cara vegetatif. bentuk polip yang berkoloni dinamakan polimorfisme. Bentuk medusa dengan ciri hidup bergerak aktif / berenang bebas, berkembang biak dengan cara generatif.

  • Sistem reproduksi secara metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara vegetatif dengan generatif. secara vegetatif dengan membentuk kuncup / tunas / gemullae, dan secara generatif melalui pembuahan ovum dengan sperma.

  • Sistem respirasi melalui seluruh tubuh secara difusi. Sistem syaraf dengan membentuk jala, yaitu berupa ganglion syaraf.

  • Sistem gerak dengan menggunakan tentakel yang terdapat pada sekitar mulut. Tentakel juga berfungsi untuk menangkap dan memasukkan makanan. Pada ujung tentakel terdapat sel knidoblast, setiap knidoblast mengandung alat penyengat yang dinamakan nematokist, yang berfungsi untuk mempertahankan diri dan melumpuhkan mangsa kedalam tubuhnya.

  • Habitat umumnya di laut, kecuali Hydra sp (di air tawar).
4. Filum Ctenophora

ctenoph1Ctenophora yaitu hewan yang memiliki lubang-lubang kecil atau pori dihampir seluruh tubuhnya. Pori tersebut dapat menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau musuhnya. Meskipun bentuknya seperti ubur-ubur, tetapi filum Coelenterata tidak memiliki sel penyengat (knidosit) seperti pada filum Cnidaria. Filum Ctenophora terkadang dikategorikan sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.

Ciri-ciri Ctenophora :
  • Mempunyai anggota berjumlah sekltar 100 spesies yang semuanya berhabitat di laut

  • Hidupnya planktonic yaitu melayang-layang di air

  • Bagian tubuhnya terdiri atas permukaan oral (mulut) dan aboral (anus)

  • Hidup soliter (tidak berkoloni)

  • Memiliki dua atau lebih silia pada setiap sel tubuhnya (Coelenterata hanya mempunyai satu sili)

  • Merupakan hewan predator yang memakan zooplankton

  • Sistem pencernaannya mirip dengan Coelenterata Diawali dengan masuknya makanan melalui lubang mulut, kemudian menuju faring stomodeum (mencerna secara ekstraseluler) sebelum menuju ke kanal (saluran) gastrovaskuler (mencerna secara intraseluler) Dari kanal ini, sisa makanan akan dikeluarkan melalui lubang anus

  • Semua spesiesnya memancarkan cahaya/berpendar (bioluminescent) Walaupun fungsi peredaran cahaya ini belum diketahui dengan jelas, banyak pakar menghubungkan fungsinya untuk memancing mangsa dan menghindari diri dari pemangsa
5. Filum Platyhelminthes

piugkl
Platyhelminthes atau Cacing Pipih, yaitu hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing pipih ini pada umumnya hidup di sungai, laut, danau ataupun sebagai parasit di tubuh organisme lain. Terdapat 3 kelas dalam filum Platyhelminthes yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (Cacing Isap) dan Cestoda (cacing pita).

Ciri-ciri Platyhelminthes :
  • Bentuk tubuh pipih, simetri bilateral, triploblastik, dan acoelomata.

  • Sistem pencernaan makanan belum sempurna, terdapat mulut dan belum memiliki anus. Makanan masuk melalui mulut—> farink—> usus —> dan dikeluarkan melalui mulut.

  • Reproduksi secara  seksual dan aseksual. Secara seksual dilakukan dengan  perkawinan silang atau perkawinan sendiri, karena  bersifat hermaprodit (monoceus). Secara aseksual dengan  fragmentasi dan membentuk generasi baru (regenerasi).

  • Sistem ekskresi tersusun atas sel-sel bersilia ( flame cells /aster / sel api ).

  • Susunan syaraf terdiri  atas 2 ganglia yang  berbentuk cincin membentuk tangga tali.

  • Tubuhnya terdiri atas bagian kepala (anterior), ekor (posterior), bagian punggung (dorsal), bagian perut (ventral), dan bagian samping (lateral).

  • Belum memiliki sistem respirasi. Masuknya oksigen (O2)dan keluarnya karbon dioksida (CO2) melalui permukaan kulit.

  • Hidup bebas di air tawar maupun tempat–tempat lembab.
6. Filum Nematoda

nemaNematoda (Cacing Gilik), yaitu cacing yang berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh Filum Nematoda berbentuk runcing dan sedangkan tengahnya bulat. Contoh Cacing Gilik diantaranya seperti cacing tambang, cacing askaris dan cacing filaria.



Ciri-ciri Nematoda :
  • Nematoda dalam pengelompokan filogenetik sama dengan arthropoda karena adanya kutikula eksternal yang menyimpannya dan melindungi hewan dari kekeringan.

  • Ada sekitar 28.000 spesies nematoda, dengan sekitar 16.000 dari mereka yang parasit.

  • Nematoda merupakan berbentuk tubular dan dianggap pseudosoelomata karena mereka tidak memiliki coelom sejati.

  • Nematoda tidak memiliki sistem ekskresi yang berkembang dengan baik, tetapi memiliki sistem pencernaan yang lengkap.

  • Nematoda memiliki kemampuan untuk menumpahkan eksoskeleton mereka, proses yang disebut ecdysis.

  • Nematoda berbentuk simetri bilateral

  • Badan memiliki lebih dari dua lapisan sel, jaringan dan organ.

  • Rongga tubuh adalah cairan pseudocoel

  • Badan memiliki usus dengan anus subterminal.

  • Tubuh tertutup kutikula yang kompleks.

  • Memiliki sistem saraf dengan cincin faring saraf.

  • Tidak memiliki sistem peredaran darah (tidak ada sistem darah)

  • Reproduksi biasanya seksual dan gonochoristic.

  • Hidup di mana-mana, beberapa spesies merupakan endoparasit.

7. Filum Annelida

cacAnnelida (Cacing Gelang), yaitu cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Filum Annelida terbagi menjadi 5 kelas yaitu Polychaeta (berambut banyak), Oligochaeta (berambut sedikit atau tidak ada rambut sama sekali), dan Hirudinea (menghisap darah). Contoh cacing jenis Filum Annelida diantaranya seperti cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas dan lintah.

Ciri-ciri Annelida :
  • Tubuh tersusun atas segmen-segmen menyerupai gelang/ cincin

  • Segmen terdapat di bagian luar dan dalam tubuhnya. Diantara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa

  • Panjang tubuh bervariasi dari sekitar 1 mm hingga 3 m

  • Bentuk tubuhnya simetris bilateral, tubuh dilapisi kutikula

  • Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia

  • Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap
8. Filum Mollusca

ACHATINA+FULICA+1Mollusca (Filum Moluska), yaitu hewan yang bertubuh lunak baik dilindungi oleh cangkang maupun yang tidak dilindungi oleh cangkang. Cangkang Filum Mollusca terdiri dari bahan kalsium (zat kapur). Filum Mollusca terdiri dari 3 kelas yakni P (memiliki 2 buah cangkang seperti kerang, tiram dan simping), Gastropoda (Siput baik yang bercangkang ataupun tidak), Cepalophoda (Gurita dan cumi-cumi), Scaphopoda dan  Amphineura.

Ciri-ciri Mollusca : 
  • Tubuh tidak beruas-ruas, kecuali polyplacophora; simetri bilateral atau asimetri karena torsi.

  • Tubuh biasanya pendek dan sebagian atau seluruhnya tertutup mantel. di antara mantel dan tubuh yang lunak terdapat rongga mantel, atau lenyap secara sekunder.

  • Biasanya terdapat cangkang yang dihasilkan oleh mantel. cangkang terdiri atas 1, 2 atau 8 keping. kepala berdekatan dengan otot kaki di bagian ventral. kaki berfungsi untuk merayap, meliang, berenang atau menangkap makanan.

  • Sistem pencernaan lengkap, kompleks dan dilengkapi saluran bercilia untuk menyortir partikel makanan. mulut mempunyai radula, kecuali bivalvia; kelenjar pencernaan (hati) besar; anus bermuara di rongga mantel.
9. Filum Artropoda

hjujFilum Artropoda, yaitu filum bertubuh segmen yang biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan dan simetri bilateral. Filum Artropda juga dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku. Filum Artropoda terbagi menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah  Chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking),  Myriapoda (lipan), Krustasea (kepiting, lobster, udang) dan Hexapoda (serangga).

Ciri-ciri Artropoda :
  • Tubuh tersegmentasi. Ini berarti bahwa mereka akan memiliki tubuh yang terdiri dari lebih dari satu bagian. Laba-laba memiliki dua segmen dan lalat memiliki tiga segmen.

  • Banyak kaki bersendi atau anggota badan. Laba-laba memiliki 8 kaki, kaki seribu dapat memiliki … Ratusan! lalat memiliki tiga segmen.

  • Sebuah eksoskeleton. Ini adalah kerangka eksternal. Seperti baju besi, melindungi tubuh arthropoda. Ketika arthropoda lahir eksoskeleton yang lembut tapi mengeras dengan cepat dan dapat ditumpahkan saat makhluk tumbuh. Arthropoda adalah invertebrata, yang berarti bahwa mereka tidak memiliki tulang belakang.

  • Berdarah dingin. Arthropoda adalah berdarah dingin – yang berarti, suhu tubuh mereka tergantung pada suhu lingkungan sekitar mereka. Arthropoda adalah beberapa hewan paling menarik di dunia!

  • Habitat. Arthropoda yang di seluruh dunia dalam distribusi mereka dan menempati berbagai habitat termasuk laut dalam, perairan pesisir, habitat darat, sungai dan sungai air tawar, hutan, gurun, semak belukar, dan padang rumput.





sumber :

http://www.sridianti.com

http://ilmupengetahuanumum.com/klasifikasi-hewan-vertebrata-invertebrata/

http://gurungeblog.com/2008/11/18/mengenal-protozoa/

http://www.edubio.info/2015/01/filum-cnidaria.html

http://www.bimbie.com/ctenophora.htm

5 comments:

  1. hewan vertebrata berarti cenderung berukuran kecil ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hewan Invertebrata yang cenderung berukuran kcil, karena tidak mempunyai tulang belakang. "Struktur morfologi, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan darah Hewan Invertebrata lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata"

      Delete
  2. Arthropoda kan dibagi lagi jadi 4, kok nggak dijelaskan juga ya? Maaf hanya sekedar ingin menambahkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. itu udah ada, Chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking), Myriapoda (lipan), Krustasea (kepiting, lobster, udang) dan Hexapoda (serangga).
      terima kasih :)

      Delete